SUKABUMI, Radarjayapost – BUMDes Tunas Muda Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi resmi menjadi contoh pembangunan kandang kambing pedaging di wilayah Cikakak. Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi ternak warga dari serangan satwa pembohong yang kerap meresahkan.
Kepala Desa Gandasoli, Ece Kurniawan yang akrab disapa Jaro Muda atau Jarmud, menyampaikan kandang baru tersebut sengaja dibangun kokoh menggunakan material besi.
“Dengan bangunan kandang yang kokoh dari besi, ternak akan terhindar dari pemangsa macan tutul yang berkeliaran di desa sekitar dan sering mengincar kambing,” ujar Jarmud kepada RJM, Jumat (10/7).
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Sepanjang tahun 2025, serangan yang diduga dilakukan macan tutul telah menelan banyak korban. Data sementara menunjukkan Desa Gandasoli kehilangan 22 ekor kambing, Desa Cirendang 18 ekor, dan Desa Cikarae Thoyyibah 12 ekor. Semua bangkai kambing ditemukan dengan bekas gigitan di bagian leher.
Melihat kondisi tersebut, BUMDes Tunas Muda memprakarsai pembuatan kandang komunal dengan spesifikasi khusus. Kandang berukuran panjang 14 meter dan lebar 5 meter itu menggunakan rangka dan kawat besi agar tidak mudah dijebol hewan buas.
Ketua BUMDes Tunas Muda, Agil, mengatakan pembangunan kandang ini ditargetkan menjadi model bagi kelompok ternak lain di Kecamatan Cikakak.
“Kami membangun kandang yang kokoh agar bisa menjadi kandang percontohan di Kecamatan Cikakak. Harapannya kelompok ternak lain juga bisa meniru, sehingga kerugian akibat serangan hewan pembohong bisa diminimalisir,” kata Agil.
Saat ini BUMDes Tunas Muda sudah memiliki 36 ekor kambing pedaging yang dipelihara di dalam kandang baru tersebut. Dengan sistem pengamanan yang lebih baik, Agil optimistis populasi kambing bisa terus bertambah dan menjadi salah satu sumber pendapatan desa.
Pemerintah Desa Gandasoli berharap inisiatif BUMDes ini dapat didukung penuh oleh warga dan menjadi solusi jangka panjang atas konflik manusia dengan satwa liar di kawasan Cikakak.
(Redaksi *







