LEBAK,Radarjayapos – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Lebak menimbulkan penderitaan berat bagi warga Desa Paja, Kecamatan Sajira. Kekeringan parah yang sudah dirasakan masyarakat selama hampir tiga bulan terakhir, membuat sumber air utama mengering dan aktivitas sehari-hari terganggu hebat.
Sungai yang dulunya menjadi andalan warga kini tinggal tanah kering tanpa setetes air pun tersisa. Anita, salah satu warga setempat, menceritakan betapa beratnya perubahan yang terjadi.
“Dulu kalau mau mencuci kami langsung ke sungai yang airnya jernih dan melimpah. Sekarang sudah tidak ada air yang mengalir sama sekali. Air yang kami dapat saat ini jumlahnya sangat terbatas, hanya cukup untuk keperluan mencuci saja. Kami harus bergantian dari pagi sampai sore baru bisa mendapatkan jatah sedikit,” keluh Anita.
membantu jauh lebih besar dialami warga untuk kebutuhan air bersih guna mandi dan memasak. Mereka menempuh perjalanan sejauh lima kilometer melewati jalan setapak, kebun, dan hamparan sawah yang mulai kering, hanya untuk menjangkau mata air terdekat.
Wawan, warga lain, mengungkapkan sumur di rumahnya sudah lama kering kerontang. Ia harus menunggu waktu menjelang Maghrib untuk berangkat mencari udara guna menghindari terik matahari.
“Sumur di rumah sudah mati, tidak ada air sama sekali. Saya berangkat menjelang Maghrib, berjalan kaki jauh menembus kebun dan sawah. Hanya mampu membawa pulang dua jeriken air, padahal tenaga sudah terkuras habis naik turun bukit,” tutur Wawan dengan nada pasrah.
Kondisi ini membuat warga harus mengatur penggunaan air dengan sangat hemat. Seringkali udara bekas mencuci masih dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman atau membersihkan halaman, mengingat betapa sulitnya mendapatkan persediaan baru.
Melihat penderitaan yang terus berlanjut, seluruh warga Desa Paja memohon kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan. Mereka sangat mengharapkan bantuan penyaluran air bersih, pengadaan sumur bor baru, atau solusi lain yang dapat meringankan beban warga yang kini harus berjuang keras demi memenuhi kebutuhan paling dasar.
Jurnalis : (Idm*







