LEBAK, Radarjayapost
Puncak acara tasyakuran khitan mantan Kepala Desa Cilograng, Darya yang akrab disapa Jaro Darya, berlangsung meriah. Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian warga adalah atraksi seni bela diri dari Abah Suna, tokoh pencak silat Cilograng, Rabu (8/7/2026)
Dengan penuh kepiawaian, Abah Suna menampilkan jurus-jurus khas pencak silat di atas panggung. Momen paling memukau terjadi saat beliau memainkan golok dengan lihai dan penuh penghayatan. Gerakan cepat dan presisinya membuat para penonton yang hadir terkagum-kagum dan memberikan tepuk tangan meriah.
Bagi Abah Suna, usia sama sekali tidak menjadi penghalang untuk terus melestarikan dan mencintai seni bela diri. Di usianya yang tidak muda lagi, beliau tetap tampak gesit, lincah, dan berwibawa saat membawakan atraksi.“Ini bentuk kecintaan saya terhadap pencak silat. Selama badan masih kuat, saya akan terus menjaga dan menampilkan budaya kita agar tidak punah,” ujar Abah Suna di sela penampilannya.
Saat ditemui RJP disela sela acara, Jaro Darya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seniman yang hadir.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para seniman pencak silat yang telah melestarikan budaya kita. Kehadiran bapak-bapak seniman ini sangat menghibur dan membuat acara hajatan saya semakin bermakna,” kata Darya.
Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakan.
“Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan untuk kita semua,” tutupnya.
Acara tasyakuran tersebut menjadi bukti bahwa seni tradisi seperti pencak silat masih mendapat tempat di hati masyarakat Cilograng, dan terus dijaga oleh para sesepuh seperti Abah Suna.
(Erwin*







