Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan pentingnya penerapan city branding sebagai strategi untuk memajukan sektor pariwisata di berbagai daerah. Menurutnya, identitas kota yang kuat dapat menjadi daya tarik utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan maupun investasi.
Dalam sebuah forum bersama pemerintah daerah, Bima menyebut city branding bukan sekadar slogan atau logo, melainkan upaya membangun karakter dan citra khas suatu daerah. Ia menilai setiap wilayah memiliki potensi unik yang perlu dikemas secara kreatif agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Bima juga mendorong kepala daerah agar lebih aktif menggali kekuatan lokal, mulai dari budaya, kuliner, destinasi wisata, hingga produk ekonomi kreatif. Dengan konsep branding yang tepat, potensi tersebut diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat dalam membangun citra daerah. Menurutnya, keberhasilan city branding membutuhkan konsistensi promosi dan pelayanan yang baik kepada wisatawan.
Wamendagri berharap daerah tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat identitas dan pengalaman wisata yang berkesan. Dengan begitu, pariwisata daerah dapat berkembang lebih cepat sekaligus meningkatkan daya saing wilayah di era ekonomi kreatif saat ini.






