Tas dan perhiasan milik artis Sandra Dewi dilaporkan habis terjual dalam agenda lelang yang digelar Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung. Barang-barang tersebut merupakan aset sitaan dalam kasus dugaan korupsi tata niaga timah yang turut menyeret nama suaminya, Harvey Moeis.
Dalam lelang tersebut, puluhan tas mewah dari berbagai merek ternama menjadi incaran peserta. Sejumlah brand seperti Chanel, Hermes, Dior hingga Louis Vuitton terlihat masuk daftar barang yang ditawarkan kepada publik. Selain tas, beberapa perhiasan bertuliskan nama dan inisial Sandra Dewi juga ikut dilelang.
Pihak Kejaksaan menyebut seluruh koleksi tas dan perhiasan berhasil terjual. Namun, rincian total nilai hasil penjualan masih menunggu rekapitulasi resmi dari panitia lelang. Kejagung menegaskan bahwa aset yang dijual diperlakukan sebagai barang rampasan negara dan hasilnya akan masuk ke kas negara sebagai bagian dari pemulihan kerugian negara.
Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat sekitar 84 tas mewah yang dilelang dalam beberapa paket penjualan. Harga limit barang bervariasi, mulai dari puluhan juta rupiah hingga menyentuh angka ratusan juta untuk item tertentu yang dinilai eksklusif dan langka.
Sementara itu, sejumlah kendaraan mewah yang juga menjadi aset sitaan dikabarkan belum seluruhnya terjual. Beberapa unit masih dalam tahap penilaian harga sebelum nantinya kembali ditawarkan pada proses lelang berikutnya.






