Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan tanggapan terkait kemunculan spanduk bertuliskan “Surat Permohonan Maaf” yang terpasang di salah satu gerbang masuk kampus. Keberadaan spanduk tersebut sempat menarik perhatian mahasiswa dan pengguna jalan karena berisi pesan bernada kritik yang ditujukan kepada pihak kampus.
Sekretaris Universitas UGM menyebut pihak kampus telah mengetahui adanya pemasangan spanduk tersebut sejak pagi hari. Menurutnya, UGM menghormati kebebasan berekspresi selama dilakukan secara tertib dan tidak melanggar aturan yang berlaku di lingkungan kampus.
Pihak kampus juga menegaskan akan membuka ruang dialog apabila terdapat aspirasi atau keberatan yang ingin disampaikan oleh mahasiswa maupun kelompok tertentu. UGM berharap seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.
Sementara itu, isi spanduk yang beredar di media sosial memicu berbagai respons dari publik. Sebagian menilai pemasangan spanduk merupakan bentuk kritik terhadap kebijakan kampus, sementara lainnya meminta semua pihak menahan diri hingga ada penjelasan lengkap mengenai latar belakang kemunculan tulisan tersebut.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa pihak yang memasang spanduk itu. Namun, situasi di area kampus dilaporkan tetap kondusif dan aktivitas perkuliahan berjalan seperti biasa.






