Wakil Menteri Sosial mengajak dunia usaha untuk mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada sektor pemberdayaan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat penerima manfaat.
Dalam sebuah agenda bersama pelaku usaha, Wamensos menekankan bahwa program CSR sebaiknya difokuskan pada pelatihan keterampilan, pengembangan usaha kecil, hingga penciptaan lapangan kerja baru. Menurutnya, pendekatan pemberdayaan akan memberikan dampak jangka panjang dibanding bantuan konsumtif semata.
Ia juga menyebut kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta memiliki peran penting dalam menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan dunia usaha, berbagai program sosial diyakini dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak kelompok rentan.
Selain itu, Wamensos berharap perusahaan dapat memanfaatkan potensi lokal di setiap daerah melalui program CSR yang berkelanjutan. Misalnya dengan membina UMKM, mendukung pelatihan kerja bagi generasi muda, hingga membantu pemasaran produk masyarakat.
Pemerintah pun membuka peluang kerja sama lebih luas dengan kalangan industri untuk memperkuat program pemberdayaan sosial di berbagai wilayah Indonesia. Dengan sinergi tersebut, diharapkan bantuan sosial tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.






